Suasana panen pagi itu berlangsung layaknya wisata petik melon. Pegawai Rutan Boyolali bersama peserta magang dari Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan tampak berbondong-bondong mendatangi greenhouse untuk memetik sekaligus membeli melon langsung dari kebunnya. Melon-melon tersebut merupakan hasil pembinaan kemandirian warga binaan melalui sistem budidaya hidroponik.
Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan dan pemberdayaan ekonomi warga binaan Rutan Boyolali. Selain meningkatkan keterampilan, hasil panen juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi serta menumbuhkan rasa percaya diri bagi warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa melon hidroponik tersebut dijual secara terbuka kepada masyarakat umum.
“Melon sweet lavender ini kami pasarkan secara terbuka bagi siapa saja yang berminat. Ini merupakan bagian dari hasil pembinaan kemandirian warga binaan agar mereka memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujar Ervans.
Ia menambahkan, program budidaya melon hidroponik ini sejalan dengan komitmen Rutan Boyolali dalam mendukung pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta berorientasi pada reintegrasi sosial warga binaan.
