Notification

×

Iklan

Iklan

Tarawih Perdana Ramadan, WBP Rutan Boyolali Beribadah Secara Khusyuk

Rabu, 18 Februari 2026 | Februari 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-19T03:45:53Z

 


BOYOLALI — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali menggelar salat tarawih perdana Ramadan pada Rabu malam (18/02). Ibadah dilaksanakan di Masjid Baitul Muta’alim yang berada di dalam lingkungan rutan dan diikuti oleh sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan pengaturan khusus demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Pelaksanaan salat tarawih dilakukan secara berjamaah dengan sistem bergilir tiap kamar hunian. Skema tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan aspek kekuatan pengamanan pada malam hari, sekaligus memastikan situasi di dalam rutan tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto,dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah tarawih merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi WBP, khususnya dalam aspek kerohanian. Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan para warga binaan.

“Pelaksanaan tarawih tetap kami fasilitasi, namun dengan sistem bergilir agar pengamanan tetap optimal,” ujar Karutan Ervans.

WBP yang mendapatkan giliran melaksanakan salat tarawih di Masjid Baitul Muta’alim mengikuti rangkaian ibadah mulai dari salat Isya berjamaah,khultum,  tarawih, hingga witir. Sementara itu, WBP lainnya tetap menjalankan salat tarawih secara berjamaah di kamar hunian masing-masing dengan pengawasan petugas.

Meskipun dilaksanakan secara terbatas, suasana ibadah berlangsung khusyuk dan tertib. Para WBP tampak antusias mengikuti rangkaian salat tarawih perdana tersebut. Bagi mereka, kesempatan untuk beribadah bersama di masjid rutan menjadi momen yang dinantikan dalam menyambut Ramadan.

Kegiatan ini turut didampingi oleh sejumlah petugas, baik dari regu pengamanan maupun staf subsi kesatuan pengamanan rutan dan pelayanan tahanan. Kehadiran petugas tidak hanya untuk memastikan keamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kerohanian yang menjadi bagian dari proses pembinaan di dalam rutan.

Pihak rutan menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan hak WBP dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan ketertiban. Diharapkan, melalui kegiatan keagamaan seperti salat tarawih berjamaah ini, para WBP dapat meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki sikap, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. (sg)

 


×
Berita Terbaru Update