BOYOLALI - Dalam rangka mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali mengembangkan program peternakan domba sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan idle di lingkungan rutan.
Program tersebut difokuskan pada pengembangan peternakan domba jenis Garut X Merino yang dinilai memiliki potensi unggul untuk dibudidayakan. Pengelolaan peternakan dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum digunakan secara optimal.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, menyampaikan bahwa program peternakan ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dengan keterampilan yang diperoleh, warga binaan diharapkan memiliki bekal produktif dan mandiri setelah selesai menjalani masa pidana.
“Program ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor peternakan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi mereka,” ujarnya, Senin (18/05).
Pada tahap awal, Rutan Boyolali memulai program tersebut dengan 20 ekor domba. Seiring berjalannya waktu, program menunjukkan perkembangan positif dengan lahirnya satu ekor anakan domba baru. Kelahiran tersebut menjadi indikator keberhasilan awal dari program perkembangbiakan yang tengah dijalankan.
Adapun program peternakan yang dikembangkan meliputi program perkembangbiakan dan program penggemukan domba. Kedua program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus menjadi media pembelajaran praktis bagi warga binaan.
Melalui pengembangan peternakan ini, Rutan Boyolali berkomitmen terus mendukung Program Aksi Kemenimipas Tahun 2026 dengan mengoptimalkan potensi lahan serta memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan secara berkelanjutan. (sh)
