Boyolali – Program pembinaan kemandirian melalui budidaya
melon hidroponik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali terus
menunjukkan perkembangan positif. Memasuki usia tanam 39 hari, tanaman melon
yang dibudidayakan di greenhouse hidroponik kini memasuki tahap pemeliharaan
lanjutan, meliputi penyeleksian buah unggul serta pengendalian hama untuk
menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (14/07) di
greenhouse hidroponik Rutan Boyolali. Dua warga binaan yang mengikuti program
pembinaan kemandirian secara aktif melakukan penyeleksian buah dan penyemprotan
hama dengan pendampingan petugas pembinaan kemandirian.
Pada tahap ini, setiap tanaman dipertahankan hanya 2–3 buah
yang dinilai memiliki pertumbuhan paling baik, sedangkan buah lainnya
dipangkas. Langkah tersebut bertujuan agar penyerapan nutrisi tanaman lebih
terfokus pada buah-buah unggulan sehingga mampu menghasilkan ukuran, kualitas,
dan tingkat kemanisan yang optimal saat masa panen tiba.
Selain melakukan seleksi buah, warga binaan juga
melaksanakan penyemprotan untuk mengendalikan hama yang berpotensi mengganggu
pertumbuhan tanaman. Kegiatan pengendalian hama dilakukan secara terukur
sebagai bagian dari perawatan rutin guna menjaga kesehatan tanaman hingga
memasuki masa pembesaran buah.
Selama kegiatan berlangsung, petugas pembinaan kemandirian
memberikan pendampingan sekaligus edukasi mengenai teknik penyeleksian buah,
pemangkasan, serta tata cara pengendalian hama yang baik dan benar. Dengan
demikian, warga binaan tidak hanya terlibat dalam proses budidaya, tetapi juga
memperoleh keterampilan praktis di bidang pertanian modern yang dapat menjadi
bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Boyolali, Fathur Rohman
Julianto, menyampaikan bahwa budidaya melon hidroponik tidak hanya berorientasi
pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang membentuk
karakter dan kompetensi warga binaan.
"Memasuki hari ke-39, tanaman melon sudah memasuki fase
pembesaran buah. Kami mempertahankan 2 hingga 3 buah terbaik pada setiap
tanaman agar kualitas hasil panen lebih maksimal. Di saat yang sama, perawatan
rutin seperti pengendalian hama juga terus dilakukan agar pertumbuhan tanaman
tetap sehat. Melalui proses ini, warga binaan belajar seluruh tahapan budidaya
secara menyeluruh, mulai dari penyemaian hingga pemeliharaan menjelang
panen," ujar Fathur.
Program budidaya melon hidroponik merupakan salah satu
bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan oleh Rutan Kelas IIB
Boyolali sebagai implementasi pembinaan berbasis keterampilan. Selain
meningkatkan kompetensi warga binaan di bidang pertanian modern, program ini
juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, ketelitian, dan produktivitas
selama menjalani masa pembinaan.
Dengan memasuki fase pemeliharaan intensif pada usia tanam
39 hari, perkembangan melon hidroponik diharapkan terus berjalan optimal hingga
masa panen. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa
pembinaan kemandirian di Rutan Boyolali mampu menghasilkan warga binaan yang
memiliki keterampilan produktif dan siap berkontribusi positif ketika kembali
ke tengah masyarakat. (sg)
