Boyolali – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus
mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Terbaru, Rutan
Boyolali mulai membudidayakan ternak entok di kandang yang berada di lahan
produktif rutan sebagai bagian dari upaya memperluas jenis pembinaan keterampilan,
Kamis (30/07).
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan
pengembangan peternakan entok merupakan langkah lanjutan dalam memperkuat
program pembinaan kemandirian yang telah berjalan. Menurutnya, pembinaan tidak
hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan agar warga
binaan memiliki bekal produktif yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke
masyarakat.
"Budidaya entok ini merupakan bentuk perluasan
pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar semakin produktif. Kami ingin
menghadirkan lebih banyak jenis keterampilan yang dapat dipelajari dan
dipraktikkan oleh warga binaan sebagai bekal ketika mereka kembali ke tengah
masyarakat," ujar Ervans.
Saat ini, Rutan Boyolali membudidayakan lima ekor entok
sebagai tahap awal pengembangan. Ke depan, jumlah ternak tersebut akan terus
ditambah seiring dengan pengembangan program peternakan yang terintegrasi
dengan sektor pertanian dan pembinaan kemandirian lainnya.
Melalui pengembangan budidaya entok, Rutan Boyolali berharap
warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis di bidang
peternakan. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen rutan dalam
menghadirkan pembinaan yang lebih beragam, produktif, dan berorientasi pada
peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan. (sg)
