Boyolali – Menjelang masa panen yang direncanakan
berlangsung pada pertengahan Agustus 2026, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB
Boyolali mengintensifkan perawatan tanaman melon hidroponik sebagai bagian dari
program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan
di greenhouse hidroponik Rutan Boyolali pada Minggu (02/08).
Perawatan dilakukan oleh dua warga binaan yang dipercaya
mengelola greenhouse hidroponik dengan pendampingan petugas pembinaan
kemandirian. Langkah ini bertujuan menjaga kesehatan tanaman sekaligus
memastikan kualitas dan ukuran buah tetap optimal hingga memasuki masa panen.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan melaksanakan
penyemprotan menggunakan Dimolis dan Amistar Top sebagai upaya pencegahan
serangan hama dan penyakit tanaman. Selain itu, dilakukan pemotongan daun
bagian bawah untuk meningkatkan sirkulasi udara di sekitar tanaman sehingga
pertumbuhan buah dapat berlangsung lebih maksimal.
Tidak hanya itu, perawatan juga meliputi pengecekan tingkat
keasaman (pH) air dan konsentrasi nutrisi atau Parts Per Million (PPM) pada
instalasi hidroponik. Pengendalian kedua parameter tersebut menjadi faktor
penting dalam budidaya melon hidroponik guna memastikan tanaman memperoleh
nutrisi yang sesuai pada fase pembesaran buah.
Petugas pembinaan kemandirian Rutan Boyolali, Sugeng,
menjelaskan bahwa perawatan intensif dilakukan secara rutin menjelang panen
agar kualitas hasil budidaya tetap terjaga. Melalui pendampingan tersebut,
warga binaan tidak hanya terlibat dalam proses budidaya, tetapi juga memperoleh
keterampilan praktis di bidang pertanian hidroponik yang diharapkan menjadi
bekal setelah kembali ke masyarakat.
Program budidaya melon hidroponik merupakan salah satu
bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Rutan Boyolali dalam
mendukung program ketahanan pangan. Dengan perawatan yang konsisten, hasil
panen melon hidroponik dijadwalkan dapat dipetik pada pertengahan bulan Agustus
sebagai wujud keberhasilan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. (sg)
