BOYOLALI — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali
memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui penandatanganan Nota
Kesepahaman (MoU) bersama Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH)
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang
Rapat Rutan Kelas IIB Boyolali.
Nota kesepahaman ditandatangani oleh Kepala Rutan Kelas IIB
Boyolali dan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora UIN Salatiga
sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan kerja sama di bidang
pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung program pembinaan
bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Melalui kerja sama ini, kedua pihak membuka ruang kolaborasi
dalam berbagai kegiatan, antara lain pengabdian kepada masyarakat, penelitian,
pendampingan keagamaan, pendampingan psikologis, serta kegiatan akademik berupa
praktik lapangan dan magang mahasiswa di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto,
menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah
strategis untuk memperluas dukungan terhadap proses pembinaan warga binaan.
"Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi kedua institusi, khususnya dalam mendukung pembinaan warga binaan melalui
pendekatan pendidikan, keagamaan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi juga dapat
memberikan perspektif akademis dalam pelaksanaan program pembinaan, sekaligus
menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai
penyelenggaraan pemasyarakatan.
Sementara itu, Dekan FUADAH UIN Salatiga menyampaikan bahwa
kerja sama tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan
manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, termasuk warga binaan
pemasyarakatan.
Kolaborasi antara Rutan Boyolali dan FUADAH UIN Salatiga
diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat
diwujudkan melalui berbagai program konkret dan berkelanjutan.
Dengan adanya sinergi tersebut, Rutan Boyolali terus
mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, dalam
menciptakan program pembinaan yang edukatif, humanis, dan berorientasi pada
peningkatan kualitas kepribadian serta kemandirian warga binaan. (sg)