BOYOLALI – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali
kembali memanen hasil program pembinaan kemandirian warga binaan. Kali ini,
sebanyak 19 kilogram bawang merah berhasil dipanen dari lahan pertanian bawang
merah Rutan Boyolali, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan panen dilakukan oleh Kepala Subseksi Pelayanan
Tahanan Rutan Boyolali, Zenda Sakti Putra, bersama petugas pengelola pembinaan
kemandirian, tim Maganghub bidang pertanian dan perkebunan, serta warga binaan.
Panen tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Boyolali
dalam mengembangkan keterampilan warga binaan melalui kegiatan pertanian
sekaligus mengoptimalkan lahan yang tersedia agar memiliki nilai produktif.
Zenda mengatakan, hasil panen bawang merah kali ini tidak
seluruhnya akan langsung dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Sebagian besar
hasil panen direncanakan untuk diprioritaskan sebagai bibit pada masa tanam
berikutnya.
"Sebagian besar hasil panen ini akan kami prioritaskan
sebagai bibit. Harapannya, pada periode tanam berikutnya hasil produksi bawang
merah dapat meningkat dan pengelolaan pertanian bisa terus dikembangkan,"
ujar Zenda.
Sementara itu, sebagian hasil panen lainnya akan
didistribusikan kepada pengelola Bahan Makanan (Bama) Rutan Boyolali untuk
dimanfaatkan sebagai bagian dari kebutuhan pangan warga binaan.
Pengembangan budidaya bawang merah ini diharapkan tidak
hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga memberikan pengalaman dan
keterampilan praktis bagi warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke
masyarakat.
Melalui program pembinaan kemandirian yang dilakukan secara
berkelanjutan, Rutan Boyolali terus mendorong warga binaan untuk menghasilkan
karya dan produk yang memiliki manfaat, sekaligus membangun semangat
kemandirian sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial. (sg)
