Notification

×

Iklan

Iklan

WBP Kristiani Rutan Boyolali Khusyuk Beribadah Bersama Rise Shine Ministry

Selasa, 22 September 2026 | September 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T05:05:11Z

 



BOYOLALI – Suasana khusyuk dan penuh penghayatan terlihat saat warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen dan Katolik Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian di Aula Rutan Boyolali, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Rise Shine Ministry (RSM) tersebut menjadi ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus memperoleh penguatan iman dan nilai-nilai spiritual selama menjalani masa pidana.

Para WBP mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, mulai dari ibadah bersama, penyampaian firman Tuhan, hingga pesan-pesan penguatan rohani. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi sarana refleksi bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.

Bagi warga binaan, pembinaan kerohanian tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan hak menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran diri dan mendorong perubahan perilaku. Melalui nilai-nilai keagamaan yang diterima, WBP didorong untuk memperbaiki diri, membangun sikap bertanggung jawab, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengapresiasi dukungan Rise Shine Ministry yang selama ini turut berperan dalam pelaksanaan pembinaan kerohanian bagi warga binaan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Rise Shine Ministry yang terus mendukung pembinaan kerohanian di Rutan Boyolali. Kehadiran para pelayan dari RSM memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan penguatan iman dan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik. Semoga sinergi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi warga binaan,” ujar Ervans.

Menurutnya, pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam proses pemasyarakatan. Penguatan moral dan spiritual diharapkan dapat membantu warga binaan membangun pola pikir dan sikap yang lebih positif selama berada di dalam Rutan.

“Harapannya, setiap warga binaan dapat memanfaatkan setiap kegiatan pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dan mempersiapkan diri sebelum kembali kepada keluarga serta lingkungan masyarakat,” lanjutnya.

Rutan Boyolali terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan, untuk memberikan pembinaan yang humanis dan inklusif. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat. (sg)

×
Berita Terbaru Update