BOYOLALI — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali
melaksanakan pengecekan kelayakan senjata api (senpi) dan amunisinya sekaligus
pendataan kelengkapan dokumen senpi sebagai bagian dari penguatan sistem
pengamanan dan penertiban administrasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula
Rutan Boyolali, Rabu (14/01).
Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan
(KPR) Boyolali, Mirza Hendrawan, bersama sejumlah staf pengamanan. Pengecekan
dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kondisi fisik senjata api, jumlah
amunisi, serta kelengkapan dokumen administrasi senpi sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
Mirza Hendrawan menjelaskan bahwa pengecekan kelayakan
senjata api dan pendataan dokumen merupakan langkah penting dalam menjamin
keamanan serta akuntabilitas pengelolaan sarana pengamanan di lingkungan rutan.
“Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan senjata api dan
amunisinya berada dalam kondisi layak, aman, dan siap digunakan sesuai
kebutuhan tugas pengamanan. Selain itu, kami juga memastikan seluruh dokumen
senjata api tercatat lengkap dan tertib secara administrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain pemeriksaan administrasi, petugas
juga melakukan pembersihan dan perawatan senjata api secara berkala guna
menjaga fungsi dan keamanan senjata. Adapun senjata api yang dilakukan
pengecekan meliputi senjata laras panjang dan pistol yang digunakan untuk
menunjang tugas pengamanan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Boyolali menegaskan komitmennya
dalam menjaga standar kelayakan sarana pengamanan, meningkatkan profesionalisme
petugas, serta mewujudkan tertib administrasi dalam pengelolaan senjata api dan
amunisi. (SG)
