Notification

×

Iklan

Iklan

Akhiri Masa Magang di Rutan Boyolali, Tim MagangHub Kemnaker Batch 2 Paparkan Berbagai Inovasi

Kamis, 21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-22T01:50:30Z

  


BOYOLALI — Setelah menjalani masa magang selama enam bulan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali, Tim MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 menutup kegiatan mereka dengan memaparkan berbagai ide dan inovasi yang dinilai potensial untuk diterapkan di lingkungan rutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rutan Boyolali, Selasa (19/05).

Pemaparan inovasi dilakukan oleh enam kelompok peserta magang berdasarkan bidang penempatan masing-masing, yakni bagian pembinaan kemandirian dan kepribadian, pengelola fasilitas umum, barang milik negara (BMN), perawat dan apoteker, keuangan, serta sosiologi. Presentasi tersebut disampaikan di hadapan Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, beserta para mentor yang selama ini mendampingi peserta selama menjalani program magang.

Berbagai gagasan inovatif dipresentasikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari konsep Eco Farm Cycle hingga program English Day bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Seluruh ide yang dipaparkan dinilai relevan dengan kebutuhan pembinaan dan pengembangan program di Rutan Boyolali saat ini.

Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan para peserta magang selama berada di Rutan Boyolali. Ia mengaku terkesan dengan kualitas ide yang disampaikan para peserta.

Menurutnya, salah satu inovasi yang sangat memungkinkan untuk segera diterapkan ialah konsep sistem pertanian terintegrasi melalui program Eco Farm Cycle. Program tersebut memanfaatkan limbah dapur dan kotoran ternak domba sebagai pupuk organik untuk tanaman yang dibudidayakan di lingkungan rutan. Selain itu, sebagian hasil tanaman juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak sehingga menciptakan sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Inovasi ini sangat sejalan dengan program ketahanan pangan yang sedang dikembangkan di Rutan Boyolali. Konsep pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik dan integrasi dengan peternakan dinilai sangat efektif dan bermanfaat,” ujar Ervans.

Selain itu, program pembinaan English Day bagi WBP juga mendapat perhatian khusus. Program tersebut dinilai mampu mendukung peningkatan kemampuan bahasa Inggris warga binaan, khususnya bagi mereka yang tengah mengikuti program PKBM Kejar Paket A, B, dan C.

Dengan adanya pembiasaan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan tertentu, diharapkan para warga binaan dapat lebih memahami dan fasih berbahasa Inggris sehingga mampu menunjang proses pembelajaran maupun keterampilan mereka setelah kembali ke masyarakat.

Kegiatan presentasi inovasi tersebut sekaligus menjadi momentum akhir dari program MagangHub Kemnaker Batch 2 di Rutan Boyolali. Suasana haru dan penuh apresiasi mewarnai akhir kegiatan, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan pengalaman yang telah dibangun bersama selama enam bulan terakhir. (sg)


×
Berita Terbaru Update