Boyolali — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali mengikuti
Apel Pegawai Awal Tahun 2026 bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
(Menimipas) yang diselenggarakan secara virtual, Senin (5/5). Kegiatan tersebut
diikuti jajaran Rutan Boyolali melalui aplikasi Zoom dari Aula Rutan Boyolali.
Apel pegawai diikuti oleh Kepala Rutan Boyolali beserta
seluruh pejabat struktural dan staf sebagai bagian dari langkah awal mengawali
pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
(Kemenimipas) pada tahun kerja 2026.
Apel Pegawai Awal Tahun 2026 diselenggarakan sebagai
momentum strategis untuk memperkuat komitmen, integritas, serta semangat
pengabdian seluruh pegawai Kemenimipas. Tahun ini, apel mengusung tema “2026
Kemenimipas Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA”, yang mencerminkan kesiapan seluruh
insan Kemenimipas dalam memasuki tahun kerja baru dengan semangat baru, seragam
baru, serta orientasi pelayanan yang semakin profesional, adaptif, dan
berorientasi pada hasil.
Dalam sambutannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus
Andrianto, menegaskan bahwa apel awal tahun merupakan titik awal penguatan
komitmen seluruh jajaran. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi
menjadi momentum strategis untuk mengawali pelaksanaan tugas dan fungsi
Kemenimipas di tahun 2026 dengan penuh tanggung jawab dan integritas,”
tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi Janji
Kinerja Tahun 2026 serta penandatanganan Perjanjian Kinerja sebagai wujud tekad
bersama dalam menjaga komitmen moral dan profesional. “Janji kinerja ini bukan
hanya dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada
Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Menteri.
Menimipas juga menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja
Kemenimipas sepanjang tahun 2025. Meski merupakan kementerian yang relatif
baru, Kemenimipas dinilai mampu menunjukkan peran strategis dan mewujudkan
berbagai program yang menjadi harapan bersama. “Tahun 2025 telah membuktikan
bahwa Kemenimipas mampu bekerja dan memberikan hasil nyata. Tahun 2026 menjadi
momentum untuk bekerja lebih terarah, terukur, dan berdampak,” katanya.
Memasuki tahun 2026, Kemenimipas menargetkan pelaksanaan 15
program kerja sebagai tindak lanjut dari 13 program akselerasi yang dipadukan
dengan 8 program prioritas Presiden. Program tersebut meliputi penguatan
layanan keimigrasian berbasis digital, peningkatan pemeriksaan di Tempat
Pemeriksaan Imigrasi (TPI), penyederhanaan regulasi visa dan izin tinggal
investor, penyuluhan hukum keimigrasian untuk pencegahan TPPO dan TPPM,
pemenuhan sarana dan prasarana perbatasan, pemberantasan narkoba dan penipuan di
Lapas dan Rutan, penanganan overcrowding, kemandirian pangan, pembangunan dapur
sehat, pemasaran produk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pendidikan
kesetaraan, pemanfaatan energi terbarukan, layanan kesehatan dan bakti sosial,
fasilitasi rumah ASN, serta peningkatan kompetensi SDM melalui MOOC dan
pendidikan vokasi.
Melalui keikutsertaan dalam apel ini, Rutan Boyolali
menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan Kemenimipas serta menyukseskan
seluruh program kerja tahun 2026 guna mewujudkan pelayanan publik yang semakin
PRIMA, profesional, dan berintegritas. (sg)
