Notification

×

Iklan

Iklan

Rutan Boyolali Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian Dunia

Minggu, 31 Mei 2026 | Mei 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-01T04:47:02Z

  


Boyolali – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Blok A Rutan Boyolali, Senin (1/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Rutan Kelas IIB Boyolali dan warga binaan pemasyarakatan sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

Dalam amanatnya, Karutan membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun yang mampu menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik internasional, Pancasila menjadi jangkar moral yang menjaga arah perjalanan bangsa.

Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen penting dalam diplomasi Indonesia untuk menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian berbagai konflik secara damai.

Melalui amanat tersebut, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), bukan sekadar simbol atau teks sejarah. Nilai-nilai Pancasila harus terus diwujudkan dalam kebijakan publik, kehidupan bermasyarakat, serta dalam upaya menjaga toleransi dan mencegah berkembangnya paham radikalisme yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Rutan Boyolali berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebangsaan. Melalui kegiatan ini, jajaran Rutan Boyolali meneguhkan komitmen untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan serta pembinaan warga binaan, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, produktif, dan berlandaskan semangat persatuan Indonesia.

“Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka,” demikian pesan yang disampaikan dalam akhir amanat Kepala BPIP Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali. (sg)


×
Berita Terbaru Update