Notification

×

Iklan

Iklan

Rutan Boyolali Penuhi Hak Beribadah WBP Melalui Program Siraman Rohani

Minggu, 07 Juni 2026 | Juni 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-08T04:14:48Z

  


Boyolali – Pemenuhan hak beribadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembinaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali. Melalui berbagai program pembinaan keagamaan, WBP diberikan kesempatan untuk mengikuti siraman rohani sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Kegiatan pembinaan kerohanian tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan kepribadian yang bertujuan meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter positif warga binaan selama menjalani masa pidana maupun penahanan. Pelaksanaan pembinaan keagamaan juga merupakan bentuk pemenuhan hak WBP sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Di Rutan Boyolali, pembinaan kerohanian bagi WBP Muslim pria dilaksanakan melalui kegiatan pengajian rutin yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Boyolali dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boyolali. Sementara itu, WBP Muslimah mengikuti pengajian yang dibimbing oleh pengurus 'Aisyiyah Boyolali.

Tidak hanya bagi WBP Muslim, pembinaan kerohanian juga diberikan kepada WBP Kristen dan Katolik melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Boyolali serta Yayasan Rise Shine Ministry. Kegiatan tersebut diisi dengan ibadah, pendalaman firman Tuhan, serta pembinaan spiritual yang bertujuan memberikan penguatan mental dan moral bagi warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulaynto, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pemasyarakatan. Selain membekali warga binaan dengan nilai-nilai spiritual, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sehingga mereka siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Rutan Boyolali berkomitmen untuk mewujudkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan kemandirian, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan. (sg)


×
Berita Terbaru Update