Notification

×

Iklan

Iklan

Delapan Kilogram Kangkung Hasil Ketahanan Pangan Diolah Jadi Menu Makan Warga Binaan Rutan Boyolali

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-19T03:51:59Z

 


BOYOLALI – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus mengoptimalkan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan hasil budidaya warga binaan. Sebanyak 8 kilogram kangkung segar hasil panen warga binaan diolah menjadi menu makan siang bagi warga binaan Rutan Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Kangkung tersebut merupakan hasil budidaya di area pertanian Rutan Boyolali. Setelah dipanen, kangkung kemudian diolah oleh petugas dapur menjadi menu makanan yang disajikan bagi warga binaan.

Pemanfaatan hasil panen tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang mewajibkan vendor bahan makanan (bama) untuk menyerap sedikitnya 5 persen hasil ketahanan pangan yang berasal dari lapas maupun rutan.

Karutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan pangan warga binaan menjadi salah satu bentuk nyata keberlanjutan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami terus mendorong agar hasil budidaya warga binaan tidak hanya berhenti pada proses panen, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung. Kangkung yang hari ini dipanen dapat diolah menjadi menu makan bagi warga binaan. Ini menjadi bentuk kebermanfaatan dari program ketahanan pangan yang kami kembangkan,” ujar Ervans.

Sebelumnya, Rutan Boyolali juga telah melakukan panen sejumlah komoditas sayuran lainnya, di antaranya sawi dan kacang panjang. Berbagai hasil pertanian tersebut terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemanfaatan lahan sekaligus mendukung produktivitas warga binaan.

Saat ini, Rutan Boyolali tengah memaksimalkan area pertanian dengan menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Program ketahanan pangan juga tidak hanya difokuskan pada sektor pertanian, tetapi turut mencakup pengembangan peternakan, seperti domba dan unggas.

Ervans menambahkan, pengembangan ketahanan pangan di Rutan Boyolali diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam mendukung kebutuhan pangan maupun sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan.

“Kami ingin program ini berjalan secara berkelanjutan. Selain menghasilkan komoditas yang bermanfaat, kegiatan pertanian dan peternakan juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Melalui optimalisasi lahan pertanian dan pengembangan peternakan, Rutan Boyolali berkomitmen untuk terus memperkuat program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. (sg)

 


×
Berita Terbaru Update