BOYOLALI – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus
mengoptimalkan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan hasil budidaya
warga binaan. Sebanyak 8 kilogram kangkung segar hasil panen warga binaan
diolah menjadi menu makan siang bagi warga binaan Rutan Boyolali, Rabu (19/8/2026).
Kangkung tersebut merupakan hasil budidaya di area pertanian
Rutan Boyolali. Setelah dipanen, kangkung kemudian diolah oleh petugas dapur
menjadi menu makanan yang disajikan bagi warga binaan.
Pemanfaatan hasil panen tersebut sekaligus menjadi bagian
dari implementasi kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang
mewajibkan vendor bahan makanan (bama) untuk menyerap sedikitnya 5 persen hasil
ketahanan pangan yang berasal dari lapas maupun rutan.
Karutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan
pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan pangan warga binaan menjadi salah satu
bentuk nyata keberlanjutan program ketahanan pangan di lingkungan
pemasyarakatan.
“Kami terus mendorong agar hasil budidaya warga binaan tidak
hanya berhenti pada proses panen, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara
langsung. Kangkung yang hari ini dipanen dapat diolah menjadi menu makan bagi
warga binaan. Ini menjadi bentuk kebermanfaatan dari program ketahanan pangan
yang kami kembangkan,” ujar Ervans.
Sebelumnya, Rutan Boyolali juga telah melakukan panen
sejumlah komoditas sayuran lainnya, di antaranya sawi dan kacang panjang.
Berbagai hasil pertanian tersebut terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya
pemanfaatan lahan sekaligus mendukung produktivitas warga binaan.
Saat ini, Rutan Boyolali tengah memaksimalkan area pertanian
dengan menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Program ketahanan pangan
juga tidak hanya difokuskan pada sektor pertanian, tetapi turut mencakup
pengembangan peternakan, seperti domba dan unggas.
Ervans menambahkan, pengembangan ketahanan pangan di Rutan
Boyolali diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam
mendukung kebutuhan pangan maupun sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan.
“Kami ingin program ini berjalan secara berkelanjutan.
Selain menghasilkan komoditas yang bermanfaat, kegiatan pertanian dan
peternakan juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan memiliki
keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,”
pungkasnya.
Melalui optimalisasi lahan pertanian dan pengembangan
peternakan, Rutan Boyolali berkomitmen untuk terus memperkuat program ketahanan
pangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan. (sg)
