BOYOLALI — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Boyolali
memberikan Remisi Umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81
Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Sebanyak 133 narapidana
menerima pengurangan masa pidana, dengan lima di antaranya dinyatakan langsung
bebas.
Penyerahan remisi secara simbolis berlangsung di Aula Rutan
Kelas IIB Boyolali. Prosesi tersebut dilakukan oleh Bupati Boyolali, didampingi
Kepala Rutan Boyolali, serta disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pimpinan instansi mitra. Remisi secara
simbolis diserahkan kepada perwakilan narapidana.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Boyolali, Dandim,
Kepala Kejaksaan Negeri Boyolali, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah,
Asisten I, Ketua Baznas, serta sejumlah kepala dinas, di antaranya Kepala Dinas
Pertanian dan Kepala Dinas Pendidikan, bersama sejumlah mitra lainnya.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan
pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan atas perilaku baik dan kepatuhan
narapidana selama menjalani masa pidana, termasuk dalam mengikuti berbagai
program pembinaan yang diselenggarakan Rutan.
Saat ini, Rutan Boyolali dihuni 289 orang, yang terdiri atas
165 narapidana dan 124 tahanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 narapidana
memenuhi persyaratan untuk memperoleh Remisi Umum.
Dari 133 penerima remisi, sebanyak 128 orang memperoleh
Remisi Umum I (RU I), sedangkan lima orang memperoleh Remisi Umum II (RU II).
Pemberian RU II membuat masa pidana kelima narapidana tersebut berakhir
sehingga mereka dapat langsung menghirup udara bebas bertepatan dengan
peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu, 32 narapidana lainnya belum memperoleh remisi
karena belum memenuhi persyaratan substantif dan administratif yang ditetapkan.
Pemberian remisi menjadi bagian dari proses pembinaan
pemasyarakatan sekaligus bentuk motivasi bagi warga binaan untuk terus
mempertahankan perilaku baik, menaati ketentuan yang berlaku, serta
mempersiapkan diri agar dapat kembali dan berkontribusi positif di tengah
masyarakat. (sg)
