BOYOLALI — Warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB
Boyolali melakukan perawatan budidaya maggot di area kandang budidaya maggot
Rutan Boyolali, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari
program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung pengembangan sistem ketahanan
pangan di lingkungan Rutan Boyolali.
Kegiatan perawatan didampingi oleh petugas Pembinaan
Kemandirian dan tim Maganghub pada bagian peternakan. Mereka melakukan
pemantauan terhadap perkembangan maggot yang saat ini mulai menunjukkan hasil
dari proses budidaya.
Sejumlah lalat Black Soldier Fly (BSF) yang dikembangkan
dalam proses budidaya telah berkembang biak dan menghasilkan maggot dalam
jumlah yang semakin banyak. Maggot tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai
sumber pakan organik untuk mendukung kebutuhan pakan berbagai jenis ternak yang
dibudidayakan di Rutan Boyolali.
Maggot hasil budidaya dimanfaatkan sebagai pakan alternatif
bagi ikan nila dan patin, serta ayam dan entok. Pemanfaatan tersebut menjadi
bagian dari konsep pembinaan kemandirian yang mengintegrasikan sektor
pertanian, peternakan, perikanan, dan pengelolaan limbah organik.
Petugas Pembinaan Kemandirian Rutan Boyolali melakukan
pemantauan secara berkala untuk memastikan perkembangan maggot tetap optimal.
Selain menghasilkan sumber pakan alternatif, budidaya maggot juga menjadi
sarana bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat
dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan
budidaya maggot merupakan salah satu bentuk inovasi dalam pengembangan
pembinaan kemandirian yang memiliki manfaat langsung terhadap program ketahanan
pangan.
“Budidaya maggot ini tidak hanya memberikan keterampilan
kepada warga binaan, tetapi juga menghasilkan sumber pakan organik yang dapat
dimanfaatkan untuk ternak dan ikan. Dengan demikian, satu kegiatan dapat
mendukung kegiatan pembinaan lainnya,” ujar Ervans.
Ia menambahkan, pengembangan budidaya maggot diharapkan
dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi
berbagai program pembinaan kemandirian di Rutan Boyolali.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Boyolali terus mendorong
warga binaan untuk memiliki keterampilan produktif dan pengalaman kerja yang
dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
