BOYOLALI — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus
memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satunya
melalui pelatihan pertanian yang menghadirkan Fakultas Pertanian Universitas
Boyolali (UBY).
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Aula Rutan
Boyolali dan diikuti oleh sejumlah warga binaan. Materi yang diberikan mencakup
pengetahuan mengenai budidaya melon secara hidroponik serta teknik pertanian
konvensional.
Mewakili Kepala Rutan Boyolali, Kepala Subseksi Pelayanan
Tahanan, Zenda Sakti Putra, menyampaikan sambutan sekaligus menyambut baik
kehadiran jajaran Fakultas Pertanian UBY dalam memberikan pembekalan kepada
warga binaan,
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Program Studi
(Kaprodi) Fakultas Pertanian UBY beserta dosen dan mahasiswa. Kehadiran
akademisi diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan pengetahuan baru yang
dapat diterapkan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan mendapatkan pemahaman
mengenai teknik budidaya melon hidroponik, mulai dari pengenalan metode hingga
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses perawatan tanaman. Selain itu,
peserta juga mendapatkan materi mengenai pertanian konvensional yang dapat
diterapkan pada berbagai jenis tanaman.
Zenda mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari
upaya Rutan Boyolali dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang
memiliki nilai manfaat dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak
hanya mendapatkan pengetahuan selama berada di Rutan, tetapi juga memiliki
keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke
masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi salah
satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian.
Pengetahuan yang diperoleh dari para akademisi diharapkan dapat mendukung
pengembangan sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu program
pembinaan di Rutan Boyolali.
Kegiatan berlangsung interaktif. Warga binaan berkesempatan
memperoleh penjelasan secara langsung dari dosen dan mahasiswa Fakultas
Pertanian UBY mengenai praktik pertanian yang efektif dan dapat diterapkan
sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui pelatihan tersebut, Rutan Boyolali berharap program
pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama warga
binaan menjalani masa pidana, tetapi juga mampu menjadi bekal keterampilan
untuk mendukung proses reintegrasi mereka ke tengah masyarakat. (sg)