Boyolali – Dalam upaya memastikan kondisi kesehatan warga
binaan tetap terjaga, dokter Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali
melaksanakan pemeriksaan kesehatan langsung ke blok hunian, Sabtu (28/03).
Kegiatan ini sekaligus diisi dengan sosialisasi teknik bantuan hidup dasar
sebagai langkah preventif dalam menghadapi kondisi darurat.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh dokter Rutan
Boyolali, dr. Teguh Armada, bersama petugas blok A dengan metode kunjungan dari
kamar ke kamar. Dalam kegiatan tersebut, setiap warga binaan pemasyarakatan
(WBP) ditanyai terkait kondisi kesehatan yang dirasakan, mulai dari keluhan
ringan hingga potensi gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan lebih
lanjut.
Selain pemeriksaan, dr. Teguh juga memberikan edukasi
mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kamar hunian. Ia menekankan
bahwa kebersihan yang baik dapat mencegah berbagai penyakit kulit seperti
gatal-gatal, infeksi jamur, hingga penyakit menular lainnya yang rentan terjadi
di lingkungan padat hunian.
“Menjaga kebersihan kamar, ventilasi udara, serta kebersihan
diri merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah penyakit.
Lingkungan yang bersih akan meminimalisir penyebaran bakteri dan parasit,” ujar
dr. Teguh dalam keterangannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi
mengenai bantuan hidup dasar atau basic life support (BLS). Materi ini mencakup
penanganan awal pada kondisi kegawatdaruratan seperti henti napas dan henti
jantung, termasuk teknik dasar seperti pengecekan kesadaran, bantuan
pernapasan, dan kompresi dada.
Dalam praktiknya, setiap kamar menunjuk satu perwakilan
warga binaan untuk mempraktikkan langsung teknik yang telah dijelaskan. Hal ini
bertujuan agar keterampilan tersebut dapat diterapkan secara cepat dan tepat
apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat, seperti warga binaan yang tidak
sadarkan diri.
Menurut dr. Teguh, pemberian pengetahuan bantuan hidup dasar
kepada warga binaan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan
di lingkungan rutan. “Sambil menunggu tenaga kesehatan tiba, tindakan awal yang
dilakukan dengan benar dapat meningkatkan peluang keselamatan. Bantuan hidup
dasar ini sangat krusial dalam menit-menit pertama kondisi darurat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa respons cepat dalam situasi henti
jantung, seperti melakukan resusitasi jantung paru (RJP), dapat membantu
mempertahankan aliran darah dan oksigen ke organ vital, khususnya otak,
sehingga mengurangi risiko kerusakan permanen.
Melalui kegiatan ini, Rutan Boyolali tidak hanya berfokus
pada aspek pengawasan dan pembinaan, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam
pemenuhan hak kesehatan warga binaan. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu
meningkatkan kesadaran serta kemandirian warga binaan dalam menjaga kesehatan
diri dan lingkungannya.
.jpg)