Boyolali – Tak hanya fokus pada sektor pertanian dan
perikanan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali kini mulai mengembangkan
peternakan domba sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga
binaan. Program tersebut mulai dijalankan pada Senin (30/03) dengan
memanfaatkan area dalam rutan sebagai lokasi kandang.
Kandang domba yang berada di lingkungan rutan itu saat ini
menampung sekitar 20 ekor domba. Jenis yang dibudidayakan pun beragam, mulai
dari domba silangan Garut dan Merino hingga domba lokal. Pengelolaan ternak
dilakukan secara bertahap dengan sistem penggemukan sekaligus pengembangbiakan
guna meningkatkan produktivitas.
Program ini menjadi salah satu inovasi pembinaan yang tidak
hanya memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP),
tetapi juga berkontribusi terhadap upaya ketahanan pangan di lingkungan rutan.
Melalui kegiatan beternak, WBP dilibatkan langsung dalam proses perawatan,
pemberian pakan, hingga pengelolaan kandang.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, dalam
kesempatan terpisah menjelaskan bahwa pengembangan budidaya domba ini merupakan
bentuk nyata diversifikasi program pembinaan. Menurutnya, selain memberikan
bekal keterampilan bagi WBP, program ini juga diharapkan mampu menjadi sumber
ketahanan pangan tambahan bagi rutan.
“Budidaya domba ini menjadi salah satu langkah strategis
dalam meningkatkan kualitas pembinaan. Kami ingin warga binaan memiliki
keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat, sekaligus
mendukung kemandirian pangan di dalam rutan,” ujarnya.
Dengan adanya program peternakan domba ini, Rutan Boyolali
terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif,
inovatif, dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari
transformasi pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan serta kesiapan
warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat. (wj)
