Boyolali, Selasa (7/7) – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya yang dilakukan adalah penanaman bibit tomat yang dilaksanakan di lahan pertanian Rutan Boyolali pada Selasa (7/7).
Kegiatan tersebut melibatkan petugas Rutan Boyolali bersama dua orang WBP yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Penanaman bibit tomat ini merupakan bagian dari optimalisasi lahan pertanian sekaligus upaya meningkatkan produktivitas hasil pembinaan di lingkungan rutan.
Melalui kegiatan ini, WBP tidak hanya memperoleh pengalaman praktik bercocok tanam, tetapi juga dibekali keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Program pertanian yang dikembangkan juga menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bibit tomat merupakan bagian dari pengembangan program ketahanan pangan yang terus dioptimalkan di Rutan Boyolali.
"Program ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan pertanian, mereka memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana," ujar Ervans.
Ia menambahkan, Rutan Boyolali akan terus mengembangkan berbagai sektor pembinaan produktif, khususnya di bidang pertanian, sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan pembinaan yang bermanfaat, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi warga binaan maupun masyarakat. (sg)
