Boyolali, Rabu (1/7) – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB
Boyolali kembali memanen jagung hibrida sebagai bagian dari program ketahanan
pangan. Pada panen kali ini, sebanyak 100 kilogram jagung berhasil dipanen dari
lahan pertanian yang dikelola di lingkungan Rutan Boyolali.
Kegiatan panen dilaksanakan di lahan pertanian Rutan
Boyolali pada Rabu (1/7). Panen dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan
(Ka. KPR) M. Rifqi Nazief bersama jajaran staf serta Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP) yang turut terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrduhin Mulyanto, dalam
kesempatan terpisah menyampaikan bahwa Rutan Boyolali terus mengembangkan
program ketahanan pangan dengan memanfaatkan seluruh lahan yang tersedia secara
optimal.
"Saat ini Rutan Boyolali telah membangun lumbung
ketahanan pangan dengan memanfaatkan seluruh lahan yang ada untuk ditanami
berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga tanaman
palawija. Alhamdulillah, hari ini kami kembali berhasil memanen jagung hibrida
sebanyak 100 kilogram," ujar Ervans.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung
ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga
binaan melalui kegiatan pertanian yang produktif. Ke depan, Rutan Boyolali
berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan agar memberikan hasil
yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh pihak.
